MUARO JAMBI — UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Korpus Peradaban Melayu memberikan pembekalan kepada mahasiswa internasional terkait pemahaman adat istiadat Melayu Jambi. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Koordinator Pusat Peradaban Melayu, Dr. Tabroni, M., dengan materi bertajuk “Beradaptasi dengan Adat Istiadat Melayu Jambi.”
Dalam pemaparannya, Dr. Tabroni menekankan pentingnya panduan etika bagi mahasiswa internasional selama menempuh studi di UIN STS Jambi. Ia menjelaskan filosofi Melayu Jambi yang berbunyi “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” yang mengandung makna bahwa adat dan ajaran agama saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengutip pepatah Melayu, “Di mano bumi dipijak, di situ langit dijunjung; di mano tembilang dicacak, di situ tanaman tumbuh; di mano ranting patah, di situ aek disauk.” Ungkapan tersebut mengandung pesan agar setiap individu menghormati norma dan kebiasaan di tempat ia berada.
Menurutnya, mahasiswa internasional—khususnya yang berasal dari Malaysia dan Thailand—diharapkan mampu mematuhi adat istiadat setempat serta berbaur secara aktif dalam kehidupan sosial masyarakat Jambi.
Dr. Tabroni turut mengangkat nilai “Alim sekitab, cerdik secendekia,” yang menegaskan bahwa setiap orang memiliki kedudukan setara dalam hukum dan etika sosial, tanpa memandang ras, kasta, maupun latar belakang. Nilai tersebut dinilai relevan dalam membangun suasana kampus yang inklusif dan menjunjung tinggi kesetaraan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para mahasiswa internasional mengikuti sesi materi dengan antusias dan aktif berdialog pada sesi tanya jawab, menunjukkan minat mereka untuk memahami serta beradaptasi dengan budaya lokal selama menempuh pendidikan di UIN STS Jambi.