JAMBI, 7 April 2026 – Dalam upaya mempercepat transformasi menjadi World Class University, Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar rapat koordinasi intensif terkait mekanisme seleksi dan manajemen mahasiswa internasional. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat, rapat ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem penerimaan mahasiswa mancanegara yang lebih terintegrasi.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Mengingat krusialnya agenda yang dibahas, pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi di lingkungan universitas. Kehadiran para pejabat ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat langsung diimplementasikan secara teknis di tiap unit kerja.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan komitmen kampus dalam memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa internasional, khususnya dari Sudan. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa asal Sudan mendapatkan fasilitas berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta penyediaan tempat tinggal secara gratis. “Mahasiswa Sudan, UKT gratis dan tempat tinggal digratiskan,” ujar Rektor.
Dalam rapat tersebut, disepakati lima poin utama yang akan menjadi panduan tetap dalam mengelola mahasiswa asing di UIN STS Jambi. Pertama, kampus menerapkan sistem seleksi yang ketat. Calon mahasiswa tidak hanya dinilai dari berkas administrasi saja, tetapi juga wajib mengikuti wawancara dengan tim khusus untuk melihat kemampuan akademik mereka.
Kedua, masalah kesehatan menjadi perhatian penting. Mahasiswa internasional akan mendapatkan layanan medis dari Klinik Sutha dan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di asrama (Ma’had) agar kondisi fisik mereka selalu terjaga selama kuliah. Ketiga, untuk melancarkan komunikasi, para mahasiswa asing ini wajib mengikuti kursus Bahasa Indonesia selama enam bulan di Unit Pengembangan Bahasa (UPB) Kampus Mendalo sebelum mulai belajar di kelas biasa.
Saat ini, tercatat ada 28 mahasiswa asal Sudan yang sedang mengikuti proses seleksi tersebut. Terakhir, UIN STS Jambi berkomitmen memberikan perlindungan penuh dengan menjadi sponsor resmi mereka. Jika terjadi keadaan darurat, termasuk masalah aturan imigrasi atau risiko pemulangan (deportasi), pihak kampus akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk membantu mereka.
Menutup arahannya, Prof. Kasful Anwar mengingatkan seluruh jajaran pejabat untuk tidak hanya fokus pada urusan administratif, tetapi juga sisi humanis. Beliau meminta agar seluruh civitas akademika berusaha mengenal karakter dan budaya para mahasiswa internasional tersebut guna mempermudah proses adaptasi sosial di lingkungan kampus.
Melalui langkah-langkah rinci ini, UIN STS Jambi berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan berstandar internasional bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia.