Jambi — UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi resmi menandatangani letter of intent (LoI) dengan Sheraz Management Malaysia, konsultan pendidikan asal Malaysia, pada Kamis (16/4/2026). Penandatanganan berlangsung di ruang rapat rektor kampus tersebut dan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing global perguruan tinggi.

Sejumlah pejabat kampus hadir dalam agenda ini, mulai dari jajaran wakil rektor, dekan, hingga pimpinan lembaga dan unit terkait. Pertemuan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga diisi dengan pembahasan arah kerja sama yang lebih konkret.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi, Ayub Mursalin, menyatakan bahwa kesepakatan awal ini diarahkan pada peningkatan jumlah mahasiswa internasional. Ia menekankan bahwa kerja sama tidak berhenti pada dokumen, melainkan harus berlanjut ke implementasi program.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menambah mahasiswa asing, bukan sekadar penandatanganan,” ujarnya.
Dalam diskusi, pihak Sheraz Management turut mengusulkan pengembangan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ke level internasional. Namun, pihak kampus menyebut implementasi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait regulasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Ayub menjelaskan, program RPL saat ini masih berada dalam cakupan nasional. “Perlu ada persetujuan dari otoritas terkait untuk mengembangkannya ke tingkat internasional,” katanya.
Dari sisi mitra, Director Sheraz Management menyoroti pentingnya strategi publikasi kampus sebagai faktor penarik mahasiswa asing. Menurutnya, selain kapasitas institusi, visibilitas di tingkat global juga menentukan daya tarik sebuah universitas.
Ia juga menyebut UIN STS Jambi telah memiliki citra positif di Malaysia. Karena itu, pihaknya mendorong agar lulusan, khususnya dari bidang keguruan, memiliki lisensi yang diakui secara internasional agar lebih mudah terserap di dunia kerja.
Selain itu, peluang pengembangan pembelajaran jarak jauh turut menjadi perhatian. Kebutuhan akan pendidikan fleksibel, terutama bagi pekerja di Malaysia yang ingin melanjutkan studi, dinilai sebagai potensi yang bisa diakomodasi kampus.
Koordinator Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) LPPM UIN STS Jambi, Dion Efrijum Ginanto, menegaskan bahwa strategi internasionalisasi tidak hanya berfokus pada jumlah negara mitra, tetapi juga pada keberlanjutan jumlah mahasiswa asing.
Menurutnya, implementasi kerja sama ke depan mencakup berbagai program, seperti pertukaran dosen, double degree, Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau magang internasional, hingga kolaborasi riset.
Penandatanganan LoI ini sekaligus menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk merumuskan program yang lebih operasional. UIN STS Jambi, melalui kerja sama ini, berupaya memperluas akses global bagi sivitas akademika sekaligus memperkuat posisinya dalam peta pendidikan tinggi internasional.